Sistem Informasi Psikologi
Untuk
membangun sistem informasi psikologi, perlu menyiapkan beberapa elemen dan
karakter sistem informasi psikologi
1. Elomen
Sistem
Sistem informasi psikologi memiliki
beberapa elemen yang dibutuhkan yaitu:
a.
Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan, entah hanya satu atau
mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem.
Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan
antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda
b. Mekanisme
Pengendalian dan Umpan Balik, Mekanisme pengendalian (control mechanism)
diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik
keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun
proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan
tujuan.
c. Input
(Masukan), suatu sistem yang masuk dan selanjutnya menjadi bahan yang di
proses. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah sedangkan yang tidak
mentah seperti informasi.
d. Proses,
merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan
menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan
produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa
pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah.
Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
e. Output
(Keluaran), keluaran sistem atau hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh
komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi
adalah keluaran yang dibutuhkan (Hutahaean, 2014)
2.
Karakteristik
sistem
Menurut Fatta (2007) untuk memahami
atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem
yang membentuknya. Berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan
suatu sistem dengan lainnya:
a. Memiliki
komponen (component). Kegiatan atau proses dalam suatu
sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi
(output). Komponen bisa berupa subsistem dari sebuah sistem.
b. Memiliki
Batasan (boundary). Penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang
termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem
c. Lingkungan
(environment). Segala sesuatu diluar sistem, lingkungan yang menyediakan
asumsi, kendala dan input terhadap suatu sistem.
d. Penghubung
(interface). Tempat di mana komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau
berinteraksi
e. Masukan
(input). Sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang
dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
f. Keluaran
(outpu). Sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, dan tampilan)
yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem
g. Pengolahan
sistem (process). Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan
mengubah masukan menjadi keluaran
h. Sasaran atau
tujuan. Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila
mengenai sasaran atau tujuan.
3.
Model sistem
informasi psikologi
Secara umum,
bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang
digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi yang berhubungan dengan
psikologis. Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena
banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan
komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan
teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang
memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis
seperti ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), dan beragam fobia.
Sumber :
Fatta, H. A (2007). Analisis
dan perancangan sistem informasi. Jakarta: Andi Offset
Hutahaean, J. (2014). Konsep
sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish
Oktaviani,S.(2012).Sistem informasi
psikologi. https://sintawonnie.wordpress.com/2012/10/16/sistem-informasi-psikologi/
diakses 22 oktober 2016