PENGANTAR KESEHATAN MENTAL
A.
Orientasi Kesehatan Mental
Banyak definisi kesehatan mental diberikan oleh para
ahli sesuai dengan pandangan dan bidangnya masing masing . Kesehatan mental
adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri , dengan orang
lain , dan dengan masyarakat di mana ia hidup . Definisi ini terlalu luas dan
sangat umum karena dihubungkan dengan kehidupan secara keseluruhan . Untuk
dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri orang harus menerima dirinya
sebagaimana adanya , dengan segala kekurangan dan kelebihannya .
B.
Konsep Sehat
- Dimensi
Emosi, yaitu dimensi yang meihat dari
bagaimana reaksi
emosinya seperti menangis,sedih, bahagia, depresi, optimis. Kesehatan Emosional/Afektifdilihat dari kemampuan mengenal emosi dan mengekspresikan emosi tersebut secara tepat. - Dimensi Intelektual yaitu dimensi yang melihat bagaimana seseorang berfikir dilihat dari wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
- Dimensi Sosial yaitu dimensi yang melihat dari tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga dan sesama lainnya serta penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Kesehatan Sosial dapat dilihat dari kemampuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain, perilaku kehidupan dalam masyarakat. Kesehatan sosial dapat dilihat juga dari kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya (UU No 9: pasal 3). Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial,ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.
- Dimensi Fisik merupakan dimensi yang dapat ditelaah secara langsung atau memiliki dimensi yang paling nyata. Kesehatan fisik dapat dilihat darikemampuan mekanistik dari tubuh. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan. Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.
- Dimensi Spiritual dilihat dari kepercayaan dan praktek keagamaan. Kesehatan spiritual dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencapai kedamaian hati. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa misalnya dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
C.
Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Mental Hygiene atau Ilmu kesehatan mental adalah suatu
ilmu pengetahuan yang menekuni masalah kesehatan mental atau kesehatan jiwa
manusia.Khususnya bertujuan untuk mencegah timbulnya gangguan-gangguan mental
dan gangguan emosi serta bagaimana memajukan kesehatan jiwa rakyat pada
umunya.Hygiene dari kata Hugiene yang artinya ilmu tentang kesehatan,sedang
mental dari kata latin mens,mentis yang artinya
jiwa,nyawa,sukma,roh,semangat.Mental Hygiene sering disebut pula sebagai psiko
hygiene.Psyche dari kata yunani psuche artinya nafas,asas
kehidupan,jiwa,roh,semangat. Ada orang membedakan antara mental hygiene dan
psiko hygiene. Mental Hygiene menitik beratkan kehidupan kerohanian,sedang
psiko hygiene menonjolkan kepada manusia sebagai totalitas psiko fisis atau
psiko somatis.Dalam makalah ini kami menggunakan kedua kata Mental Hygiene dan
Psiko Hygiene dalam pengertian yang sama yaitu sebagai ilmu kesehatan jiwa yang
memasalahkan kehidupan kerohanian yang sehat,dengan memandang pribadi manusia
sebagai satu totalitas psiko fisis yang kompleks Seperti halnya pada rasa
nyeri,pusing-pusing,sesak nafas dan sakit dilambung yang merupakan pertanda
permulaan dari penyakit jasmaniah maka penyakit mental pun ditandai dengan
fenomena ketakutan,pahit hati,cemburu,iri hati,dengki,marah,ketegangan dan
banyak lagi.Dengan demikian sakit mental itu merupakan bentuk gangguan pada
ketenangan batin dan ketentraman hati. Jasmani yang sehat ditandai antara lain
oleh ciri-ciri sebagai berikut
- Cukup memiliki Energi
- Memiliki daya tahan
- Memiliki kekuatan untuk bekerja
- Badan senantiasa merasa nyaman
dan sehat
Sedangkan orang yang memiliki mental sehat ditandai dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
- Mempunyai kemampuan untuk bertindak secara efisien
- Memiliki tujaun hidup
- Selalu tenang batinnya
jadi kesehatan mental itu tidak hanya memanifestasikan diri dengan
penampakan tanpa adanya gangguan bati saja,akan tetapi posisi pribadinya juga
harmonis dan baik selaras dengan lingkungannya.Dengan demikian orang yang sehat
mentalnya itu secara mudah bisa mengadakan penyesuaian diri selalu aktif
berpartisipasi. Maka Mental Hygiene ialah ilmu yang bertujuan memiliki dan
membina jiwa yang sehat.Juga berusaha mencegah timbulnya kepatahan
jiwa,mencegah berkembangnya macam-macam penyakit mental dan sebab timbulnya
penyakit tersebut,serta mengusahakan penyembuhan dalam stadium permulaan.Dengan
melakukan kegiatan-kegiatan yang preventif guna mencegah timbulnya penyakit
mental juga berusaha menyehatkan kembali orang-orang yang tengah terganggu
mental dan emosinya.
D.
PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
Seseorang dapat dikatankan mencapai taraf kesehatan
jiwa, jika ia dapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju
kedewasaan, ia bisa menghargai orang lain dan dirinya sendiri, ada 3 teori
dalam kesehatan mental, yaitu :
- Orientasi klasik --> Sehat secara mental artinya tidak ada masalah ataupun keluhan mental, artinya seseorang dapat dikatakan dan dianggap sehat juika orang tersebut tidak mempunyai kelakukan dan perasaan tertentu, seperti rasa rendah diri, rasa lelah, cemas, ketegangan, dll yang dapat menimbulkan perasaan sakit atau tidak sehat yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.
- Orientasi penyesuaian diri --> Ukuran sehat secara mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Orang yang sehat secara psikologis adalah orang yang mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang lain serta lingkungan sekitarnya. Penentuan derajat kesehatan mental bukan hanya dilihat berdasarkan jiwanya tetapi juga dengan proses perkembangan dalam lingkungannya.
- Orientasi perkembangan potensi --> Keharmonisan antara pikiran dan perasaan dapat mebuat tidakan seseorang tampak matang dan wajar, dalam mencapai beberapa taraf kesehatan jiwa, jika seseorang dapat kesemoatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, bisa menghargai dirinya sendiri dan bisa di hargai oleh orang lain.
REFERENSI :
Semiun, Yustinus.Kesehatan Mental 1.2006.Kanisius:Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar