Sabtu, 02 Juli 2016

Contoh kasus pendekatan humanistik


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Dewasa ini setiap orang mampu memainkan peran hidupnya masing-masing. Peran yang dimainkan tidak terlepas dari kepribadian dirinya seperti sifat yang ada dalam dirinya. Kepribadian seseorang sangat mencerminkan perilaku seseorang, maka dengan adanya mata kuliah ini kita diajarkan bagaimana melihat kasus atau masalah tentang kepribadian seseorang dan bagaimana cara menghadapi dengan terapi humanistik. Karena pada dasarnya manusia mempunyai masalah yang cukup rumit dalam dirinya dan manusia berusaha memecahkan masalah yang terjadi dengan kemampuan yang ada di dalam dirinya.
1.2.       Rumusan Masalah
1.        Apa yang dimaksud dengan humanistik?
2.        Apa saja teknik terapi humanistik?
3.        Apa yang dimaksud dengan teknik Person-Centered Therapy?
1.3.       Tujuan
1.        Untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah psikoterapi.
2.        Untuk memahami mengenai humanistik
3.        Untuk memahami teknik-teknik humanistik





BAB II
PEMBAHASAN
2.1.       Pengertian Humanistik
Ada banyak tokoh dari humanistik, seperti Abraham Maslow yang terkenal dengan teori aktualisasi diri. Selain itu, ada tokoh lain dari humanistik eksistensial yaitu Carl Rogers yang dikenal dengan metoda terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (Client-Centered Therapy). Dasar dari terapi humanistik adalah penekanan keunikan setiap individu serta memusatkan perhatian pada kecenderungan alami dalam pertumbuhan dan perwujudan dirinya. Teori humanistik eksistensial berfokus pada diri manusia. Pendekatan humanistik eksistensial merupakan suatu pendekatan yang berusaha mengembalikan pribadi kepada fokus sentral, yakni memberikan gambaran tentang manusia pada tarafnya yang tertinggi.
 Dalam terapi ini para ahli tidak mencoba menafsirkan perilaku penderita, tetapi terapis bertujuan untuk memperlancar kajian pikiran dan perasaan seseorang dan membantunya memecahkan masalahnya sendiri. Pedekatan ini memberikan kontribusi yang besar dalam bidang psikologi, yakni tentang penekanannya terhadap kualitas manusia terhadap manusia yang lain dalam proses terapeutik. Salah satu pendekatan yang dikenal dalam terapi humanistik eksistensial adalah terapi yang berpusat kepada klien atau Client-Centered Therapy.
Terapi eksistensial humanistik adalah terapi yang sesuai dalam memberikan bantuan kepada klien. Karena teori ini mencakup pengakuan eksistensialisme terhadap kekacauan, keniscayaan, keputusasaan manusia kedalam dunia tempat dia bertanggung jawab atas dirinya.




2.2.       Teknik-Teknik Terapi Humanistik

a.       Person Centered-terapy
 Person cenreted therapy merupakan terapi yang di kembangkan oleh Carl R. Rogers pada tahun 1942. Ia memiliki pandangan dasar tentang manusia, yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu bersifat positif, makhluk yang optimis, penuh harapan, aktif, bertanggung jawab, memiliki potensi kreatif, bebas (tidak terikat oleh belenggu masa lalu), dan berorientasi ke masa yang akan datang dan selalu berusaha untuk melakukan self fullfillment (memenuhi kebutuhan dirinya sendiri untuk bisa beraktualisasi diri).
b.      Gesalt terapi
Terapi Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu–individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka mengharap kematangan. Karena bekerja terutama di atas prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada “apa “ dan “ bagaimana”nya tingkahlaku dan pengalaman di sini-dan sekarang dengan memadukan (mengintegrasikan) bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui.
c.       Analysis Transaksional
Analisis transaksional adalah salah satu pendekatan Psychotherapy yang menekankan pada kepribadian, komunikasi, dan relasi manusia atau hubungan interaksional.AT didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan kembali atau menyesuaikan kembali keputusan yang telah pernah diambil. Berne dalam pandangannya meyakini bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk memilih dan, dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupnya.
d.      Logotherapy
Frank menyetujui konsep sigmund freud mengenai ketidaksadaran tetapi menganggap kemauan untuk lebih mendasar dari kesenangan. Perbedaan utama antara logotherapy dan psikoanalisis adalah bahwa Freud dan Adler fokus pada masa lalu, sementara logoterapi lebih berfokus pada masa depan.
Logoterapi berarti terapi melalui makna dan mengacu pada pendekatan yang  berorientasi pada spiritual

2.3.       Contoh Kasus
“R” seorang mahasiswa, mungkin melihat dirinya sebagai dokter masa depan, tetapi  nilainya yang dikeluarkan dari sekolah kedokteran ternyata dibawah rata-rata. Perbedaan antara dengan apa “R” melihat dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin melihat dia (ideal konsep diri) dan realitas kinerja akademis yang buruk dapat menyebabkan kegelisahan dan kerentanan pribadi, yang dapat memberikan motivasi yang diperlukan untuk masuk terapi. “R” harus melihat bahwa ada masalah atau tidak pada dirinya. “R” pesimis untuk menghadapai penyesuaian psikologis untuk mengeksplorasi perubahan dirinya.
Dari contoh kasus “R” menggunakan teknik terapi Person Centered-terapy dan dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak percaya diri, dan ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif mengarahkan hidup mereka sendiri. “R” diarahkan supaya melihat kepotensian diri dia yang sebenarnya, terapi difokuskan ke saat yang sekarang agar “R” dapat melanjtukan hidupnya.
Dari contoh kasus tersebut inti dari terapi ini adalah penggunaan pribadi terapi yang kapasitas untuk sadar akan dirinya, meningkatkan kesadaran diri yang memotivasi atau mempengaruhi seseorang dan tujuan hidup individu itu (Baldwin, 1987). 

BAB III
PENUTUP

3.1.            Kesimpulan
Terapi Humanistik adalah pada hakikatnya mempercayai bahwa individu memiliki potensi untuk secara aktif memilih dan membuat keputusan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Pendekatan ini sangat menekankan tentang kebebasan yang bertanggung jawab. Jadi individu diberikan kebebasan seluas-luasnya dalam melakukan tindakan, tetapi harus berani bertanggung jawab sekalipun mengandung resiko bagi dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar