BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dewasa ini
setiap orang mampu memainkan peran hidupnya masing-masing. Peran yang dimainkan
tidak terlepas dari kepribadian dirinya seperti sifat yang ada dalam dirinya.
Kepribadian seseorang sangat mencerminkan perilaku seseorang, maka dengan
adanya mata kuliah ini kita diajarkan bagaimana melihat kasus atau masalah
tentang kepribadian seseorang dan bagaimana cara menghadapi dengan terapi
humanistik. Karena pada dasarnya manusia mempunyai masalah yang cukup rumit
dalam dirinya dan manusia berusaha memecahkan masalah yang terjadi dengan
kemampuan yang ada di dalam dirinya.
1.2. Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan humanistik?
2.
Apa saja
teknik terapi humanistik?
3.
Apa yang
dimaksud dengan teknik Person-Centered Therapy?
1.3. Tujuan
1.
Untuk
memenuhi tugas softskill mata kuliah psikoterapi.
2.
Untuk
memahami mengenai humanistik
3.
Untuk
memahami teknik-teknik humanistik
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Humanistik
Ada banyak tokoh dari humanistik, seperti Abraham Maslow yang terkenal
dengan teori aktualisasi diri. Selain itu, ada tokoh lain dari humanistik
eksistensial yaitu Carl Rogers yang dikenal dengan metoda terapi yang
dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (Client-Centered
Therapy). Dasar dari terapi humanistik adalah penekanan keunikan setiap
individu serta memusatkan perhatian pada kecenderungan alami dalam pertumbuhan
dan perwujudan dirinya. Teori humanistik eksistensial berfokus pada diri
manusia. Pendekatan humanistik eksistensial merupakan suatu pendekatan yang
berusaha mengembalikan pribadi kepada fokus sentral, yakni memberikan gambaran
tentang manusia pada tarafnya yang tertinggi.
Dalam terapi ini para ahli tidak mencoba menafsirkan perilaku
penderita, tetapi terapis bertujuan untuk memperlancar kajian pikiran dan
perasaan seseorang dan membantunya memecahkan masalahnya sendiri. Pedekatan ini
memberikan kontribusi yang besar dalam bidang psikologi, yakni tentang penekanannya
terhadap kualitas manusia terhadap manusia yang lain dalam proses terapeutik.
Salah satu pendekatan yang dikenal dalam terapi humanistik eksistensial adalah
terapi yang berpusat kepada klien atau Client-Centered Therapy.
Terapi eksistensial humanistik adalah terapi yang sesuai dalam memberikan
bantuan kepada klien. Karena teori ini mencakup pengakuan eksistensialisme
terhadap kekacauan, keniscayaan, keputusasaan manusia kedalam dunia tempat dia
bertanggung jawab atas dirinya.
2.2.
Teknik-Teknik
Terapi Humanistik
a.
Person
Centered-terapy
Person cenreted therapy merupakan terapi yang di
kembangkan oleh Carl R. Rogers pada tahun 1942. Ia memiliki pandangan dasar
tentang manusia, yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu bersifat positif,
makhluk yang optimis, penuh harapan, aktif, bertanggung jawab, memiliki potensi
kreatif, bebas (tidak terikat oleh belenggu masa lalu), dan berorientasi ke
masa yang akan datang dan selalu berusaha untuk melakukan self fullfillment
(memenuhi kebutuhan dirinya sendiri untuk bisa beraktualisasi diri).
b.
Gesalt
terapi
Terapi Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls
adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa
individu–individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung
jawab pribadi jika mereka mengharap kematangan. Karena bekerja terutama di atas
prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada “apa “ dan “ bagaimana”nya
tingkahlaku dan pengalaman di sini-dan sekarang dengan memadukan
(mengintegrasikan) bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui.
c.
Analysis
Transaksional
Analisis transaksional adalah salah satu pendekatan
Psychotherapy yang menekankan pada kepribadian, komunikasi, dan relasi manusia
atau hubungan interaksional.AT didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang
mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih
untuk memutuskan kembali atau menyesuaikan kembali keputusan yang telah pernah
diambil. Berne dalam pandangannya meyakini bahwa manusia mempunyai kapasitas
untuk memilih dan, dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupnya.
d.
Logotherapy
Frank menyetujui konsep sigmund freud mengenai
ketidaksadaran tetapi menganggap kemauan untuk lebih mendasar dari kesenangan.
Perbedaan utama antara logotherapy dan psikoanalisis adalah bahwa Freud dan
Adler fokus pada masa lalu, sementara logoterapi lebih berfokus pada masa
depan.
Logoterapi berarti terapi melalui makna dan mengacu
pada pendekatan yang berorientasi pada spiritual
2.3.
Contoh Kasus
“R” seorang mahasiswa, mungkin
melihat dirinya sebagai dokter masa depan, tetapi nilainya yang dikeluarkan dari sekolah
kedokteran ternyata dibawah rata-rata. Perbedaan antara dengan apa “R” melihat
dirinya (konsep diri) atau bagaimana ia ingin melihat dia (ideal konsep diri)
dan realitas kinerja akademis yang buruk dapat menyebabkan kegelisahan dan
kerentanan pribadi, yang dapat memberikan motivasi yang diperlukan untuk masuk
terapi. “R” harus melihat bahwa ada masalah atau tidak pada dirinya. “R”
pesimis untuk menghadapai penyesuaian psikologis untuk mengeksplorasi perubahan
dirinya.
Dari contoh kasus “R” menggunakan
teknik terapi Person Centered-terapy dan dapat diambil kesimpulan bahwa salah
satu alasan klien mencari terapi adalah perasaan tidak percaya diri, dan
ketidakmampuan untuk membuat keputusan atau secara efektif mengarahkan hidup
mereka sendiri. “R” diarahkan supaya melihat kepotensian diri dia yang
sebenarnya, terapi difokuskan ke saat yang sekarang agar “R” dapat melanjtukan
hidupnya.
Dari contoh kasus tersebut inti dari
terapi ini adalah penggunaan pribadi terapi yang kapasitas untuk sadar akan
dirinya, meningkatkan kesadaran diri yang memotivasi atau mempengaruhi
seseorang dan tujuan hidup individu itu (Baldwin, 1987).
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Terapi Humanistik adalah pada hakikatnya mempercayai
bahwa individu memiliki potensi untuk secara aktif memilih dan membuat
keputusan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Pendekatan ini sangat
menekankan tentang kebebasan yang bertanggung jawab. Jadi individu diberikan
kebebasan seluas-luasnya dalam melakukan tindakan, tetapi harus berani
bertanggung jawab sekalipun mengandung resiko bagi dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar